
Pesawaran (2/2). Ketua DPW LDII Lampung, M. Aditya, menekankan pentingnya mewujudkan tagline “LDII untuk Bangsa” melalui karya, kontribusi, dan komunikasi. Hal ini ia sampaikan saat membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) IV LDII Kabupaten Pesawaran pada Rabu (29/1).
Dalam kesempatan tersebut, Aditya menegaskan bahwa LDII sebagai organisasi kemasyarakatan yang besar harus mampu menunjukkan manfaatnya bagi masyarakat. “Melalui Musda ini, selain memilih ketua dan menyusun kepengurusan baru untuk lima tahun ke depan, LDII Pesawaran juga harus merumuskan program-program yang dapat dieksekusi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. LDII harus mampu menunjukkan karya nyata, sekecil apa pun, yang berdampak dan memberikan kontribusi positif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Aditya mengajak segenap pengurus LDII Pesawaran untuk mengomunikasikan kerja-kerja organisasi kepada pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat luas. “Insya Allah, keberadaan LDII dapat memberikan manfaat bagi bangsa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” tegasnya.
Aditya juga menyoroti pentingnya peran LDII dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan mencetak sumberdaya manusia yang profesional dan religius melalui penerapan 29 karakter luhur. Ia mengapresiasi tema Musda yang berfokus pada pendidikan karakter luhur, yang menurutnya sangat relevan dan perlu diterapkan sejak dini.
“Saya percaya bahwa dengan pendidikan karakter yang ditanamkan sejak usia dini, generasi emas 2045 dapat terwujud. Jika tidak disiapkan dari sekarang, mereka bukan menjadi generasi emas, melainkan generasi yang cemas. Ini bisa menjadi bencana demografi jika tidak ditangani dengan langkah-langkah yang tepat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aditya juga menyinggung fenomena “strawberry generation,” yakni generasi muda yang mudah rapuh akibat pola asuh yang kurang tepat. Ia menekankan pentingnya membentuk “generasi kristal” yang kuat, tekun, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Mereka adalah generasi muda yang diibaratkan seperti buah stroberi-eksotis dan menarik, tetapi mudah hancur jika sedikit ditekan. Mereka cenderung tidak tahan banting, mudah menyerah, dan putus asa. Oleh karena itu, penerapan 29 karakter luhur menjadi kunci dalam membentuk generasi muda yang lebih tangguh dan siap menyongsong masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Oleh: Ahmat Nurdin (contributor) / FF (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng



