PAC LDII Bambu Apus Gelar Pengajian Akhir Tahun untuk Perkuat Karakter Luhur Generus

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

 

Tangerang Selatan (7/1). Dalam upaya mengantisipasi dampak negatif perayaan malam pergantian tahun baru, PAC LDII Bambu Apus, Kota Tangerang Selatan, menggelar pengajian malam suntuk bertajuk “PERAHU KERTAS 2025” (Pengajian Akhir Tahun Kreativitas Tanpa Batas). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Baitul Karim, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, mulai Selasa (31/12) hingga Rabu (1/1) pagi.

Acara ini melibatkan berbagai kelompok usia generasi penerus (generus), mulai dari pra-remaja, remaja, hingga usia pra-nikah. Dengan mengusung tema “3 Sukses Generus”, pengajian ini bertujuan melindungi generasi muda LDII dari potensi pengaruh negatif yang sering terjadi saat perayaan pergantian tahun.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh pengurus PAC LDII Bambu Apus dengan dukungan penuh dari Ketua DPD LDII Kota Tangerang Selatan, Edy Iriyanto serta jajaran Dewan Penasihat DPD LDII Kota Tangerang Selatan. Edy Iriyanto menyatakan bahwa acara ini bertujuan untuk membentengi generasi muda dari pengaruh yang tidak bermanfaat di malam tahun baru. “Kegiatan ini sekaligus membentuk dan memperkuat karakter luhur para peserta,” ujarnya.

Pengajian diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pembelajaran Al Quran, talkshow yang menghadirkan banyak penghargaan sebagai pembicara, permainan interaktif, dan nasihat agama. Ketua PAC LDII Bambu Apus, Kautsar Mubarak, menjelaskan bahwa pengajian ini merupakan langkah strategi untuk menjaga generus LDII dari perbuatan yang tidak sesuai nilai agama saat malam tahun baru.

“Kami berharap gerakan ini dapat menjadi tren positif yang diadopsi oleh generasi muda LDII maupun pemuda Indonesia secara umum, untuk bersama-sama menyukseskan visi Indonesia Emas 2045,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Acara, Dimas Kholil melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 159 peserta. “Peserta terdiri dari 73 laki-laki dan 86 perempuan, dengan rentang usia SMP hingga 30 tahun,” tutupnya.

 

Oleh: Bung Pream (contributor) / Uyun Kusuma (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram