Pengajian Akhir Tahun LDII, Kejaksaan Tinggi Gorontalo Berikan Penyuluhan “Melawan Bullying”

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

 

Gorontalo (7/1). Menutup tahun dengan penuh makna, pengajian akhir tahun yang digelar di Gorontalo diisi dengan penyuluhan inspiratif dari Kejaksaan Tinggi Gorontalo.

Penyuluhan ini disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum), Dadang Moh. Djafar dengan tema “Jadilah Kawan Bukan Lawan: Bergerak Melawan Bullying”. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 200 generasi muda LDII serta pengurus harian DPW dan DPD dari seluruh Provinsi Gorontalo.

Dalam penyuluhannya, Dadang mengupas tuntas isu bullying, dampaknya terhadap generasi muda, serta langkah-langkah konkret untuk melawan dan mencegah perilaku tersebut di masyarakat. Menurutnya, peran aktif generasi muda penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, bebas dari bullying, serta membangun solidaritas yang kuat di tengah masyarakat.

“Melawan bullying adalah tanggung jawab bersama. Mari jadikan diri kita kawan yang baik, bukan lawan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjadi kawan yang baik bagi sesama, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, bebas dari intimidasi dan bullying,” tegas Dadang.

Setelah pemberian materi, acara ditutup dengan suasana penuh keakraban. Para peserta dan narasumber berfoto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen melawan bullying. Tak lupa, Kejaksaan Tinggi Gorontalo juga memberikan kalender 2025 kepada seluruh peserta sebagai tanda kenang-kenangan.

Pengajian Akhir Tahun ini menjadi momen yang bermakna, menguatkan nilai-nilai kepedulian dan solidaritas dalam menghadapi tantangan sosial di era modern. Harapannya, pesan dan materi yang telah disampaikan dapat menjadi panduan bagi generasi muda dalam menciptakan perubahan positif di lingkungan mereka.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Provinsi Gorontalo, Yusuf Danial memberikan kalender tahun 2025 kepada Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Dadang Moh. Djafar sebagai kenang-kenangan dan simbol awal yang baru untuk tahun mendatang. Pengajian akhir tahun ini tidak hanya menjadi momen refleksi spiritual, tetapi juga ajang untuk memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda Gorontalo dalam menghadapi tantangan sosial di masa depan,” harap Yusuf.

 

Oleh: Sri Yulianty Mozin (contributor) / Uyun Kusuma (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram