Pentingnya Pendidikan bagi Generus: Membangun Peradaban dengan Knowledge, Skill, dan Karakter

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

 

Musi Banyuasin (7/7). Keberlangsungan sebuah peradaban sangat bergantung pada kualitas generasi penerusnya. Hal ini disampaikan Ketua DPD LDII Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Daud Sobri, saat memberikan pengarahan kepada generasi muda dari berbagai pelosok Muba di Aula Pondok Pesantren Taufiqurrohman, Sungai Lilin.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa pembinaan generasi muda merupakan ikhtiar untuk menjaga keberlanjutan perjuangan umat. Generasi tua, menurutnya, wajib mewariskan ilmu, pengalaman, dan strategi hidup kepada generasi berikutnya agar tongkat estafet perjuangan tidak terputus.

Senada dengan itu, Dewan Penasihat (Wanhat) LDII Muba, Achmadi, mengingatkan sabda sahabat Salman Al-Farisi:

“Tidak henti-hentinya manusia dalam kebaikan selama generasi muda belajar kepada generasi tua. Bila generasi tua wafat sementara ilmunya belum diajarkan, maka celakalah manusia,”

Menurutnya, acara ini juga menjadi momentum untuk menyesuaikan arah dan metode pembinaan generasi muda menghadapi era digital, serta derasnya arus budaya populer. “Dakwah kini merambah berbagai ranah, baik daring (online), luring (offline), maupun dakwah kampung yang langsung bersentuhan dengan masyarakat akar rumput.” jelasnya.

Generasi muda LDII diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pembawa pesan dakwah yang kreatif, santun, dan berbasis Al-Qur’an serta Al-Hadist.

Dalam pengarahan tersebut, Daud Sobri menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan tiga pilar pendidikan. “Tiga pilar pendidikan ini penting, dari Ilmu Pengetahuan, Keterampilan, dan Karakter. Generasi muda harus memiliki ilmu pengetahuan yang luas, karena dunia yang modern ini menuntut keterampilan yang praktis, dan pendidikan yang baik pun akan mencetak generasi yang berkarakter,” paparnya.

Di akhir pengarahan, Daud Sobri berharap generasi muda LDII bisa menjadi generasi robbani, unggul secara akademik dan sosial, serta kokoh dalam iman dan takwa.

“Kita ingin generasi muda LDII di Muba menjadi pemuda yang berpikir global tetapi tetap membumi dengan nilai Qur’ani. Berprestasi dalam pendidikan, namun tunduk kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya,” tegasnya.

Acara ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh peserta tentang pentingnya sinergi antar generasi demi mewujudkan peradaban Islam yang luhur dan berkelanjutan.

 

 

Oleh: Daud SOBRI (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram