Perkuat Peran Ulama, MUI Banten Helat Tasyakuran dan Silaturahim

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Serang (16/1). Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten menggelar tasyakuran dan silaturahmi sebagai ungkapan syukur atas nikmat usia panjang yang diberikan Allah SWT kepada umat Islam. Acara tersebut dihadiri oleh Pj. Gubernur Banten A. Damenta, Forkopimda, Kementerian Agama, Kodam, Polda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, termasuk dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), pada Kamis (9/1).

Ketua DPW LDII Provinsi Banten, Dimo Tono Sumito, mengapresiasi pelaksanaan silaturahmi yang berlangsung kondusif sebelum dan sesudah acara. “Kondusivitas di Provinsi Banten bisa terjaga karena peran seluruh masyarakat. Kami, warga LDII, ikut bangga dan bersyukur karena kerukunan dan kedamaian terjaga, baik sebelum maupun setelah pergantian tahun,” ujarnya.

Menurut Dimo, kedamaian dan kerukunan harus terus dijaga agar aktivitas sosial kemasyarakatan berjalan lancar. “Kami akan senantiasa mendukung agar kedamaian dan kerukunan selalu terjaga. Sebab, jika Tanah Bertuah ini aman, program dakwah LDII juga bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum MUI Provinsi Banten, KH. A. Bazari Syam, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum untuk merajut kebersamaan. “Doa syukur ini melibatkan semua elemen masyarakat, karena kedamaian adalah hasil ikhtiar bersama yang juga merupakan rahmat dari Allah SWT,” jelasnya.

Selain itu, acara ini bertujuan untuk memperkuat persatuan di kalangan masyarakat Provinsi Banten. “Sebelumnya, kita sempat terbagi dalam beberapa kelompok karena perbedaan pemahaman. Maka, ini adalah momentum untuk kembali merajut kebersamaan. Alhamdulillah, kedewasaan masyarakat Banten patut kita banggakan,” tutur Ketua MUI.

Acara ini juga menjadi wujud kepedulian para pemuka agama di Provinsi Banten. Inisiatif MUI ini bertujuan memperkuat peran ulama sebagai khodimul ummah (pelayan umat) dan shodiqul hukumah (mitra pemerintah) di tengah isu-isu kontemporer pada tahun 2025.

 

 

Oleh: Bung Pream (contributor) / FF (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram