
Sidoarjo (28/10). Pondok Pesantren Al-Barokah Sruni menggelar upacara memperingati Hari Santri Nasional (HSN) di halaman ponpes, pada Selasa (22/10). Kegiatan tersebut diikuti ratusan siswa Madrasah Aliyah (MA) dan Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren (PKPPS) Mulia Insani, santri Ponpes Al-Barokah, pengurus ponpes dan para guru.
Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua Ponpes Al-Barokah, Suarsis Sutedjo mengingatkan sejarah perjuangan para santri dalam menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Peringatan Hari Santri Nasional ini merujuk pada hari dikeluarkannya Resolusi Jihad tahun 1945, yang merupakan seruan tokoh ulama pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Ashari,” jelasnya.
Isi seruan tersebut merupakan ajakan kepada masyarakat, terutama para santri dan ulama untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Mengingat kala itu serangan dari Belanda dan Jepang yang mengganggu ketentraman umum, dan melanggar kedaulatan agama dan negara Indonesia,” pungkasnya.
Resolusi Jihad ini dianggap sebagai momen penting di kalangan santri dan ulama Indonesia, karena mayoritas pertempuran yang terjadi dilakukan oleh umat Islam, yang merasa wajib menurut hukum agamanya, untuk mempertahankan kemerdekaan negara dan agama.
Resolusi tersebut juga menjadi pendorong keterlibatan santri dan ulama untuk ikut dalam pertempuran 10 November 1945.
“Oleh sebab itu, pemerintah sepakat menjadikan tanggal dikeluarkannya resolusi ini sebagai Hari Santri Nasional, melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015, tentang Hari Santri Nasional,” pungkasnya.

Oleh: S16WAC_Kab.Sidoarjo_Agus.C_Jtm_10.03B (contributor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng



