Remaja Masjid Baitul Antiq Naungan LDII Kota Cilegon Ikuti Asrama Al Quran “Marun” 2024

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

 

Cilegon (30/12). Asrama generasi muda LDII bertajuk “Asrama Al Quran Akhir Tahun (Marun) 2024” digelar DPD LDII Kota Cilegon pada 22-24 Desember 2024. Acara itu dihelat di Masjid Baitul Antiq, lingkungan Pagebangan, Ketileng, Cilegon.

Ketua PC LDII Ketileng, Arip mengatakan Marun digelar pada masa liburan setelah berakhirnya masa sekolah Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2024/2025. “Marun merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh remaja Baitul Antiq di bawah naungan DPD LDII Kota Cilegon setiap masa libur sekolah, baik semester ganjil maupun semester genap,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, program itu bertujuan meningkatkan pemahaman generasi penerus (generus) terhadap isi yang terkandung dalam ayat-ayat Al Quran dan 29 karakter luhur. “Semoga asrama ini dapat mempercepat generus untuk melanjutkan ke tahap pengetesan dan mempunyai karakter yang luhur,” kata Arip.

Arip menjelaskan, jika awalnya generus ditargetkan selesai dalam waktu tiga tahun untuk semua materi generus, “Dengan adanya kegiatan ini, harapannya bisa menyelesaikan lebih cepat dan para generus dapat menjadi mubaligh atau mubalighah sebelum kelulusan,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Penasihat DPD LDII Kota Cilegon, Suparman menjelaskan, selama asrama jadwal pengajian ditambah dari biasanya. Jika pada hari biasa hanya ada dua sesi, yakni bakda Subuh dan bakda Isya, selama Marun santri akan mengikuti beberapa hari.

“Ada tambahan tiga sesi, yaitu dua sesi pagi pada pukul 07.30–09.30 WIB dan satu sesi siang pada pukul 13.00–15.00 WIB,” jelas Suparman. Ia juga menambahkan, pengajian asrama ini merupakan bagian dari upaya LDII melaksanakan program asrama untuk mencetak generasi muda yang profesional dan religius.

“Melalui berbagai kegiatan di Baitul Antiq, targetnya adalah mencetak generasi muda yang menjadi sarjana sekaligus mubaligh. Jadi, selain lulus kuliah dengan keahlian sesuai disiplin ilmu masing-masing, santri juga dapat menyelesaikan pendidikan di pesantren, sehingga siap menjadi juru dakwah LDII,” tutup Suparman.

 

Oleh: Bung Pream (contributor) / Uyun Kusuma (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram