SHALAT SAMBIL MENGGENDONG ANAK, BOLEKAH?

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Sebagai hamba Allah, kita diwajibkan agar selalu menyembah dan beribadah kepada-Nya. Pada saat shalat, Allah memerintahkan hambanya untuk khusyuk. Karena kekhusyukan yang mengantarkan kita kepada keberkahan dan keburuntungan dari Allah serta mengantarkan amalan shalat kita sehingga bisa diterima oleh Allah SWT. Semakin khusyuk dalam shalat maka akan semakin besar pula pahala yang didapat.

Allah berfirman :

            قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (١) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ (٢)

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya”. (QS Al- Mu’minun ayat 1-2).

Orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik anak-anak mereka agar selalu beribadah dan taat kepada Allah dan Rasulnya. Seorang orang tua berkewajiban mengajarkan dan membiasakan putra-putri mereka untuk shalat.

Sebagaimana Firman Allah dan Hadist berikut :

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaaha ayat 132)

Para saudara muslim, berdasarkan firman Allah di atas. Ada suatu pelajaran yang dapat kita petik, yaitu ajarkanlah sedini mungkin anak kita untuk shalat, ajaklah mereka shalat ke masjid sehingga menjadi suatu kebiasaan bagi buah hati kita.

Namun pada saat shalat di masjid bersama buah hati kita, terkadang buah hati kita menangis. Hal ini membuat shalat kita tidak khusyuk, apakah kita terus membiarkan buah hati terus menangis?. Untuk menenangkannya kita terpaksa untuk menggendongnya meski kita dalam keadaan shalat, bolekah pada saat shalat menggendong buah hati kita ?

Dalam HR Bukhari dijelaskan sebagai berikut :

عَنْ اَبِى قَتَادَةَ اْلاَنْصَارِيّ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص كَانَ يُصَلّى وَ هُوَ حَامِلٌ اُمَامَةَ بِنْتَ زَيْنَبَ بِنْتِ رَسُوْلِ اللهِ ص وَ ِلاَبِى اْلعَاصّ ابْنِ رَبِيْعَةَ ابْنِ عَبْدِ شَمْسٍ فَاِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا، وَ اِذَا قَامَ حَمَلَهَا. البخارى 1: 131

Dari Abu Qatadah Al-Anshariy, bahwasanya Rasulullah SAW pernah shalat dengan menggendong Umamah binti Zainab binti Rasulullah SAW yaitu anak perempuan Abul ‘Ash bin Rabi’ah bin ‘Abdi Syamsin, “Lalu apabila sujud, beliau meletakkannya. Dan apabila berdiri, beliau menggendongnya lagi. [HR Bukhari juz 1, hal. 131]

عَنْ اَبِى قَتَادَةَ اْلاَنْصَارِيّ قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ ص يَؤُمُّ النَّاسَ وَ اُمَامَةُ بِنْتُ اَبِى اْلعَاصِ وَ هِيَ ابْنَةُ زَيْنَبَ بِنْتِ النَّبِيّ ص عَلَى عَاتِقِهِ، فَاِذَا رَكَعَ وَضَعَهَا وَ اِذَا رَفَعَ مِنَ السُّجُوْدِ اَعَادَهَا. مسلم 1: 385

Dari Abu Qatadah Al-Anshariy, ia berkata, “Saya melihat Nabi SAW sedang mengimami orang banyak, sedangkan Umamah binti Abil ‘Ash yaitu anak perempuan Zainab binti Nabi SAW berada di pundak beliau. Lalu apabila ruku’, beliau meletakkannya, dan apabila bangkit dari sujud, beliau menggendongnya lagi”. [HR. Muslim juz 1, hal. 385]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: كُنَّا نُصَلّى مَعَ النَّبِيّ ص اْلعِشَاءَ، فَاِذَا سَجَدَ وَثَبَ اْلحَسَنُ وَ اْلحُسَيْنُ عَلَى ظَهْرِهِ، فَاِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ اَخَذَهُمَا مِنْ خَلْفِهِ اَخْذًا رَفِيْقًا وَ يَضَعُهُمَا عَلَى اْلاَرْضِ، فَاِذَا عَادَ عَادَا حَتَّى قَضَى صَلاَتَهُ، ثُمَّ اَقْعَدَ اَحَدَهُمَا عَلَى فَخِذَيْهِ، قَالَ: فَقُمْتُ اِلَيْهِ فَقُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ اَرُدُّهُمَا؟ فَبَرَقَتْ بَرْقَةٌ، فَقَالَ لَهُمَا: اَلْحِقَا بِاُمّكُمَا. فَمَكَثَ ضَوْؤُهَا حَتَّى دَخَلاَ. احمد، فى نيل الاوطار 2: 137

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Dahulu kami pernah shalat isya bersama Nabi SAW, apabila beliau sujud Hasan dan Husain melompat pada punggung beliau. Maka apabila beliau mengangkat kepalanya (dari sujud), beliau ambil keduanya itu dari belakangnya dengan pelan-pelan, lalu beliau letakkan keduanya di tanah. Dan apabila beliau kembali (seperti semula), kedua anak itupun kembali lagi. Begitulah seterusnya hingga beliau menyelesaikan shalatnya. Kemudian salah satu dari keduanya itu beliau dudukkan di atas kedua paha beliau”. Abu Hurairah berkata, “Kemudian aku berdiri menghadap beliau dan berkata, “Ya Rasulullah, apakah perlu kuantar kedua anak ini ?”. Maka wajah beliau bercahaya sambil menyuruh kedua anak itu, “Ikutlah kepada ibumu !”. Maka cahaya itu masih ada sehingga kedua anak itu masuk”. [HR. Ahmad, dalam Nailul Authar juz 2, hal. 137]

Berdasarkan kesimpulan dalil-dalil di atas, pada saat sholat kita diperbolehkan menggendong anak. Namun pada saat menggendong anak pada saat shalat, pastikan pakaian yang dikenakan anak dalam keadaan yang suci. Sebab orang yang sedang shalat wajib hukumnya mensucikan diri dan pakaian mereka serta tempat shalat (alas/sajadah) yang digunakan.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Pererat Kekompakan, LDII Lampung Helat Gathering Kepemudaan

Pesawaran (19/2). Biro Kepemudaan, Kepanduan, Olahraga, Seni dan Budaya (PKOSB) DPW LDII Provinsi Lampung menghelat “Gathering Kepemudaan” degan tema “Tumbuhkan Kerukunan, Tingkatkan Kekompakan, Gelorakan Semangat