STOP!!! Bersihkan telinga dengan cutton bud.

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Boleh jadi sesuatu yang terlihat buruk malah baik bagi kita. Seperti halnya si kotoran telinga yang dalam bahasa kedokteran disebut dengan serumen. Ternyata serumen ini adalah sesuatu yang bermanfaat lho. Malahan kita tidak boleh membersihkan telinga terlalu sering. Lantas harus bagaimana baiknya? Berikut penjelasan dari dr. Verdira Asihka, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas mengenai serumen dan kebersihan telinga.

Apa itu serumen?

Serumen atau kotoran telinga adalah substansi lengket berwarna kekuningan sampai coklat yang merupakan  hasil produksi dari kelenjar minyak dan kelenjar keringat di dinding telinga.

Apa manfaat serumen?

Meskipun terlihat jorok, namun serumen ini mempunyai fungsi yang tak tergantikan. Beberapa fungsinya yaitu menghambat kotoran dan debu untuk masuk ke bagian telinga lebih dalam karena akan menempel pada serumen. Selain itu, serumen juga dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

Kenapa tidak boleh membersihkan telinga sendiri?

Ada beberapa hal yang menjadi alasan tidak boleh membersihkan telinga sendiri, yaitu:

  1. Sebagian besar orang membersihkan telinga menggunakan cotton bud. Ukuran cotton bud yang besar dan cara mengoreknya malahan akan menyebabkan serumen terdorong ke dalam. Semakin sering dikorek, semakin terdoronglah serumen kedalam. Bentuk liang telinga yang tidak lurus, nantinya akan menyebabkan serumen akan menumpuk ditempat yang tidak terjangkau lagi oleh cutton bud. Sehingga seiring berjalan waktu serumen yang menumpuk dapat mengeras dan menutupi liang telinga. Jika sudah begini, pasien mulai mempunyai keluhan rasa penuh di liang telinga bahkan berkurangnya pendengaran.

    Cutton bud mendorong serumen ke dalam sehingga dapat menumpuk memenuhi liang telinga.

  2. Liang telinga kita berbentuk tidak lurus. Mengorek-ngorek telinga sendiri dengan tidak menggunakan lampu kepala seperti yang digunakan oleh dokter, dapat menimbulkan hal yang berbahaya. Tidak jarang dengan tidak sadarnya malah mengorek terlalu dalam akhirnya merusak gendang telinga.

    Mengorek telinga terlalu dalam dapat merusak gendang telinga.

  3. Terlalu sering membersihkan telinga akan menghilangkan serumen dan fungsinya. Kulit telinga akan menjadi kering dan kasar sehingga mudahlah bagi jamur dan bakteri untuk berkembang.

Apa yang sebaiknya dilakukan untuk menjaga kesehatan telinga?

Telinga dapat membersihkan dirinya sendiri. Jadi kita tidak perlu membersihkan telinga sendiri apalagi terlalu sering. Untuk menjaga kesehatan telinga, bersihkanlah telinga ke Puskesmas atau ke dokter setiap enam bulan sekali.

Niat hati ingin membersihkan telinga, malahan penyakit yang tiba. Jadi mulai sekarang,

STOP!!! Membersihkan telinga sendiri.

STOP!!! Membersihkan telinga terlalu sering.

STOP!!! Membersihkan telinga dengan cutton bud.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Pererat Kekompakan, LDII Lampung Helat Gathering Kepemudaan

Pesawaran (19/2). Biro Kepemudaan, Kepanduan, Olahraga, Seni dan Budaya (PKOSB) DPW LDII Provinsi Lampung menghelat “Gathering Kepemudaan” degan tema “Tumbuhkan Kerukunan, Tingkatkan Kekompakan, Gelorakan Semangat