Tausiah Kebangsaan MUI dan LDII Bali

Share to :
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Denpasar (18/06). Dalam rangka mengikuti kegiatan tausiah kebangsaan, Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali mendatangi Gedung Serbaguna DPW LDII Bali, Minggu (13/6).

Rombongan Pengurus MUI Provinsi Bali yang beranggotakan 5 orang terdiri dari unsur Sekretaris MUI, Komisi Pengkajian dan Penelitian, dan Pendidikan dan Kaderisasi Ulama diterima di ruang Sekretariat DPW LDII Provinsi Bali.

Acara tausiah yang digelar secara daring dan luring itu dihadiri oleh sekitar 5.000 peserta yang terdiri dari para alim ulama dan pengurus LDII, serta perwakilan dari MUI tingkat Provinsi maupun Kota/Kabupaten seluruh Indonesia.

“Tausiyah kebangsaan ini penting dalam kondisi keumatan yang menghadapi masalah yang kompleks dan multidimensi, oleh sebab itu kami membutuhkan pencerahan dari Bapak Pengurus MUI,” ujar Pimpinan Pondok Pesantren Wali Barokah, Drs KH Soenarto, M.Si.

Sementara itu dalam sambutannya, Ketua Umum DPP LDII Ir KH Chriswanto Santoso, M.Si mengemukakan pentingnya menjalin silaturahim. Dengan silaturahim, para tokoh agama bisa turut memberikan kontribusi bangsa dan negara sebagai kontribusi untuk menjadikan Indonesia yang makmur penuh rahmat dari Allah SWT.

“Tausiyah ini penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, selanjutnya ukhuwah wathoniyah juga kita perkuat, dan ketiga ukhuwah basariyah apat selalu terjaga. Para founding fathers mendirikan negeri ini di atas perbedaan yang tak bisa dihindari, dan para ulama menjadi motor penggerak perjuangan. Dari perbedaan itu, justru kita menyatu,” pungkas KH Chriswanto Santoso.

Dalam ceramah yang mengusung tema wawasan kebangsaan, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Dr. KH. Marsudi Syuhud, MA menekankan pentingnya konektivitas atau silaturahim dalam menjaga agar bangsa ini tetap kokoh dan utuh.

“Silaturahim merupakan hal yang sangat penting, karena menjadi sebuah persoalan tersendiri ketika mengajak berbicara wawasan kebangsaan dengan pihak yang “tidak nyambung”, terang KH Marsudi.

Di kesempatan terpisah, seusai acara tausiah wawasan kebangsaan dan pembinaan MUI kepada warga LDII seluruh Indonesia, Sekretaris MUI Provinsi Bali, Jumari, SP, M.Pd menyampaikan terima kasih atas sambutan LDII Bali kepada rombongan MUI Bali.

“Terima kasih atas segala penyambutan yang diberikan oleh DPW LDII Bali kepada kami. Selanjutnya, MUI Bali akan selalu membuka akses seluas-luasnya sehingga LDII bisa ikut berkontribusi dalam hal yang menyangkut keumatan di wilayah Bali”, terang Jumari.

Kegiatan selanjutnya dirangkai dengan salat dhuhur berjamaah dengan imam salat Dr. KH. Mustafid Amna, Lc, MA selaku Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali.

Di akhir pertemuan, Rombongan MUI Provinsi Bali sempat mengapresiasi bagaimana generasi muda LDII sudah diajarkan sejak dini untuk menata dan merapikan sandal para tamu dan jamaah.

“Saya takjub dengan anak-anak LDII karena tadi sempat saya lihat sedang merapikan susunan sepatu dan sandal milik para tamu yang berkunjung ke gedung ini”, ungkapnya.

Oleh: Sabila Esfandiar (contributor) / olive (editor)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram