Semarang (7/6). Puluhan mahasiswa se-DPD LDII Semarang ikuti TEMAN KAMPUS 2025: Temu Mahasiswa, Ngobrol Kegiatan, Motivasi, Pembelajaran, Edukasi, dan Silaturahim dengan tema “Generus Unggul, Berkarakter Luhur”. Acara bertempat di GSG Ngesrep yang dipenuhi puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-DPD LDII Kota dan Kabupaten Semaran, Minggu (18/5).
Acara dibuka oleh Dewan Penasihat DPD LDII Kota Semarang, Mulyono. Selanjutnya, Penanggung Jawab kegiatan, Irfan Maulana menyampaikan empat tujuan utama diselenggarakannya TEMAN KAMPUS 2025. Pertama, menjadi wadah temu mahasiswa se-DPD LDII Semarang, kedua mempererat silaturahim, ketiga meningkatkan semangat belajar dan ibadah dan keempat mencetak generus yang prestatif dan berkarakter.
MC Bintang dan Vigo kemudian mempersilakan Meidias Abror Wicaksono membuka sesi seminar pertama. Meidias menekankan bahwa prestasi akademik dan kekuatan spiritual adalah dua sayap yang saling menopang. “Keunggulan intelektual tanpa dukungan spiritual bagaikan burung terbang dengan satu sayap,” ujarnya.
Setelah materi pembuka, giliran Faisal Ismail Asadullah yang membedah strategi lolos Penjaringan Mahasiswa Kreatif (PMK). Ia memaparkan cara merancang proposal kreatif, memilih data pendukung yang relevan dan teknik presentasi efektif untuk meyakinkan dewan juri.
Sesi kedua diisi oleh Dara Aliya Kuncoro, yang mempraktikkan time blocking untuk manajemen waktu yang memetakan blok kuliah, organisasi, dan istirahat dengan rapi. Dara juga mengenalkan beberapa aplikasi pengingat tugas agar mahasiswa tidak melewatkan deadline penting.
Pilar ketiga datang dari Galih Tegar Wibowo, yang mengajarkan mengutamakan ibadah melalui konsep “micro-worship” di sela kesibukan kampus—misalnya menggunakan jeda singkat antarpertemuan sebagai waktu zikir. Usai penyampaian materi, Fahmi Al Lubis tampil sebagai moderator dalam sesi tanya jawab dan sharing session.
Di sinilah Muhammad Fauzi Maulana Malik dari Universitas Pandanaran mengaku mendapat banyak inspirasi. “Saya kini paham bagaimana menyeimbangkan proposal PMK, jadwal kuliah, dan rutinitas ibadah,” ungkapnya.
Selain diskusi, peserta terlibat dalam ice breaking dan games keakraban, seperti kuis kolaboratif dan tantangan tim, yang semakin mempererat ikatan antarmahasiswa. Acara diakhiri kembali oleh Dewan Penasihat DPD LDII Kota Semarang yang mendoakan agar nilai “Generus Unggul, Berkarakter Luhur” terus melekat dalam diri setiap peserta.
Oleh: Vikko Satya (contributor) / Uyun Kusuma (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng



