Temukan TBC Obati Sampai Sembuh

sumber : tbindonesia.or.id

Hari Tuberkulosis Sedunia, yang diperingati pada tanggal 24 Maret, ditujukan untuk membangun kesadaran umum tentang wabah Tuberkulosisserta usaha-usaha untuk mengurangi penyebarannya. Tema nasional peringatan HTBS tahun 2020 ini “Saatnya Anak Indonesia Bebas TBC, untuk Indonesia Unggul” dengan aksi: Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC). Merujuk kepada arahan Presiden Jokowi pada kegiatan Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC 2030 di Cimahi tanggal 29 Januari 2020 bahwa upaya penanggulangan TBC ini tidak hanya pada aspek penanganannya saja namun dimulai dari aspek pencegahan, beliau menyampaikan “Sekali lagi, mencegah lebih baik daripada mengobati. Lebih baik kita keluarkan waktu, tenaga, pikiran, dan anggaran ini untuk mencegah. Kita harus mempercayai ini, dengan tetap siaga dan waspada sebelum masuk ke pengobatan. Tapi kalau sudah terkena, ya tadi, urusannya adalah TOSS (Temukan, Obati Sampai Sembuh),” tandasnya.

TBC atau Tuberculosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) di Indonesia kasus TBC mencapai angka 1.000.000 kasus. Dan jumlah kematian akibat penyakit Tuberkulosis diperkirakan mencapai 110.000 kasus per tahun.TBC dikenal awam dengan sebutan TBC, paru-paru basah, flek paru, dll. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, namun juga dapat menyerang organ tubuh lainnya, yaitu tulang, kelenjar getah bening, kulit, ginjal, selaput otak, dll.

Penyakit TBC tidak menular melalui kontak fisik, seperti berjabat tangan, menyentuh peralatan yang telah terkontaminasi bakteri TBC. Penularan TBC umumnya terjadi melalui udara dari percikan dahak pasien TBC yang batuk tanpa menutup mulut. Selanjutnya, bakteri TB akan masuk ke tubuh orang lain melalui udara yang dihirupnya. Jika udara yang mengandung kuman TBC tadi terhirup maka terdapat kemungkinan kita terinfeksi kuman TBC namun tidak selalu berarti kita akan sakit TBC, bisa jadi kuman tersebut tidur (dormant) dalam badan kita. Kuman tidur tidak membuat sakit TBC dan kita juga tidak dapat menularkan kepada orang lain. Jika daya tahan tubuh menurun kuman TBC yang tidur ini menjadi aktif fan memperbanyak diri, maka kita menjadi sakit TBC.

TOSS TBC sendiri merupakan singkatan dari Temukan dan Obati Sampai Sembuh TBC.

Merupakan salah satu pendekatan untuk menemukan, mendiagnosis, mengobati, serta menyembuhkan pasien TBC, untuk menghentikan penularan TBC di masyarakat.

Langkah-langkah TOSS TBC juga perlu diketahui, yaitu:

  1. Temukan gejala di masyarakat
  2. Obati TBC dengan tepat dan cepat
  3. Pantau pengobatan TBC sampai sembuh

Gejala-gejala Tuberkulosis (TBC) berupa, batuk yang berlangsung lama dan biasanya berdahak, kadang dahak bercampur darah, penurunan berat badan, lemas, demam dan menggigil, sesak nafas dan nyeri pada dada saat bernafas atau batuk, tidak nafsu makan, berkeringat pada malam hari meski tanpa melakukan kegiatan.

Jika mengalami gejala-gejala diatas supaya maka segeralah berobat ke puskesmas atau klinik terdekat untuk diperiksa lebih lanjut.

Anda harus memahami etika batuk atau bersin sebagai langkah pencegahan penularan TBC, sebagai berikut:

  1. Gunakan Masker
  2. Tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam
  3. Tutup mulut dan hidung dengan tisu
  4. Jangan lupa membuangnya ke tempat sampah
  5. Cucilah tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir

Gaya hidup sehat yang dapat dilakukan sebagai pencegahan TBC yaitu: Menjalankan gaya hidup sehat dengan tidak merokok, meningkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi seimbang, membuka jendela rumah agar mendapat cukup matahari dan udara segar, menjemur alas tidur agar tidak lembab, berolahraga teratur, istirahat cukup, tidak tidur larut malam dan secepatnya membawa bayi berusia dibawah 3 bulan untuk mendapatlan vaksin BCG.

Menurut kacamata Islam, sejatinya tidak ada penyakit yang menular. Semua penyakit Allah yang memberikan, bukan ditularkan oleh manusia dan Allah lah yang menyembuhkan. Jadi, disamping tetap waspada dengan mengetahui gejala dan pencegahannya, jangan lupa perbanyak berdoa dan minta perlindungan kepada Allah (Syifa/LINES Sumbar).

Sumber :

http://promkes.kemkes.go.id/apa-itu-toss-tbc-dan-kenali-gejala-tbc

tbindonesia.or.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.