
WONOGIRI — Sebanyak 250 generasi muda dari berbagai Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kelurahan Balepanjang berkumpul di Lapangan Futsal Lowo Ireng, Jatisrono, Minggu (20/7), untuk mengikuti ajang Balepanjang Futsal Cup 2025. Turnamen ini bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi medium untuk menanamkan nilai-nilai karakter luhur yang menjadi prinsip pembinaan generasi muda LDII.
Turnamen ini diinisiasi oleh Bagian Pemuda dan Olahraga PAC LDII Kelurahan Balepanjang. Mengusung tema “Berolahraga, Berkarakter, Semangat,” ajang ini menjadi bentuk nyata dari pembinaan pemuda berbasis nilai keagamaan dan semangat sportivitas.
Ketua PAC LDII Kelurahan Balepanjang, Suwarno, membuka acara ini secara resmi dengan didampingi Dewan Penasihat PAC, Kasdi. Dalam sambutannya, Suwarno menegaskan bahwa kegiatan futsal ini bukan sekadar lomba, melainkan sarana mempererat ukhuwah islamiyah antar pemuda TPQ, sekaligus menjadi ladang ibadah yang menekankan pentingnya mengamalkan 29 Karakter Luhur yang menjadi pedoman bagi generasi muda LDII.
“Mens sana in corpore sano, jiwa yang sehat terdapat dalam tubuh yang sehat. Melalui turnamen ini, kita tidak hanya melatih fisik, tapi juga membentuk mental dan spiritual yang tangguh,” ujar Suwarno. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen dan berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan.
Suwarno juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas di setiap pertandingan. “Selamat bertanding. Junjung tinggi sportivitas, jaga kekompakan dan kerja sama tim. Semoga turnamen ini berjalan lancar hingga final,” katanya.
Turnamen dimulai sejak pagi pukul 07.00 dan berlangsung hingga sore hari pukul 17.00 WIB. Suasana penuh semangat mewarnai tiap pertandingan. Menariknya, di sela-sela waktu pertandingan, panitia menyediakan tempat khusus bagi peserta dan penonton untuk menunaikan salat berjamaah saat waktu Zuhur dan Asar tiba. Hal ini menjadi bagian dari pembiasaan alim dan faqih dalam menjaga ketertiban ibadah di tengah kegiatan.
Sebagai penutup hari, turnamen ini berhasil melahirkan juara baru: TPQ Baiturrahman. Mereka berhasil keluar sebagai pemenang setelah melalui pertandingan-pertandingan sengit yang tetap dijalani dengan semangat fair play dan kebersamaan.
Turnamen futsal ini menjadi bukti bahwa pembinaan karakter dapat berjalan beriringan dengan kegiatan olahraga, menghasilkan generasi muda yang sehat fisik, kuat mental, dan berakhlak mulia.

——————–

Oleh: Ardillah Agnaina Aulia (contributor) / Fachrizal Wicaksono (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng



