Amati Hilal 1 Muharram, LDII Sumbar Beri Pelatihan Praktik Rukyatul Hilal kepada Mahasiswa

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Padang (16/6). Pokja Hisab Rukyat LDII Sumbar memberikan pelatihan praktik rukyatul hilal kepada puluhan mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang di pelataran Masjid Al-Hakim, Padang. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pemantauan hilal untuk penentuan awal 1 Muharram 1448 Hijriah.

Kepala BMKG Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa ketinggian hilal menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengamatan. “Secara perhitungan sangat sulit hingga tidak mungkin terlihat dengan mata telanjang jika tingginya berada di bawah 3 derajat atau 5 derajat dari ufuk. Ketinggian minimal yang ideal untuk melihat hilal biasanya adalah 9 derajat,” ujarnya.

Selain posisi hilal, menurut Suaidi, kondisi cuaca juga menjadi faktor yang sering memengaruhi hasil rukyat. “Kami sering menjumpai hilal tidak terlihat karena kondisi cuaca di lokasi pengamatan yang berawan, mendung, atau terhalang kabut,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa wilayah Sumatera Barat memiliki tantangan tersendiri dalam pengamatan hilal karena kondisi geografisnya. “Posisi wilayah seperti Sumatera Barat atau Papua memiliki tantangan tersendiri karena letaknya. Posisi hilal terkadang berada di bawah ufuk (minus derajat) pada saat matahari terbenam,” ujarnya.

Meskipun demikian, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi para perukyat untuk terus meningkatkan kemampuan pengamatan. “Menyulitkan kita para perukyat, tapi ini tantangan tersendiri agar kita semakin mengasah potensi dan ketajaman mata,” tambahnya.

Suaidi juga mengapresiasi keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam kegiatan pemantauan hilal. “Kami mengapresiasi keikutsertaan ormas seperti LDII menjadi bagian dalam pemantauan tersebut,” katanya.

Tim Rukyat LDII memberikan papran teknis pemantauan hilal menggunakan teropong di Pantai Padang Kawasan Masjid Alhakim. Dok ( Lines )

Sementara itu, Sekretaris DPW LDII Sumatera Barat, Abdillah, mengatakan kegiatan pemantauan hilal yang disertai pelatihan bagi mahasiswa merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 29 bulan Hijriah. “Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap tanggal 29 bulan Hijriah,” ujarnya.

Menurut Abdillah, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah pemahaman mengenai metode rukyatul hilal yang digunakan dalam penentuan awal bulan dalam kalender Hijriah. “Kegiatan pemantauan hilal ini juga bagian pengabdian LDII terhadap bangsa,” katanya.

Mahasiswa mengikuti kegiatan yang bertujuan mengenalkan teori dan praktik pengamatan hilal secara langsung. Pada saat yang sama, Tim Pengamatan Hilal LDII Pasaman Barat juga melakukan rukyatul hilal di Pantai Sasak, Kabupaten Pasaman Barat, yang menjadi salah satu titik pemantauan hilal di Sumatera Barat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh penjelasan teoritis mengenai hisab dan rukyat, tetapi juga menyaksikan secara langsung proses pemantauan hilal yang dilakukan oleh para perukyat di Sumatera Barat.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram