Pesisir Selatan (27/8). Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) bersilaturahim ke Sekretariat LDII Pessel, Nagari Lunang Barat, Kamis (27/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan omas Islam sekaligus membahas keberadaan serta kegiatan LDII di ranah nagari Ranah Pesisir itu.
Kepala Bidang Poldagri dan Ormas Kesbangpol Pesisir Selatan, Hj. Adek Imelda Syam, mengapresiasi upaya LDII Pesisir Selatan dalam mengomunikasikan keberadaan dan aktivitas organisasi kepada masyarakat serta pemerintah daerah.
“Kami mengapresiasi LDII Pessel yang terus berupaya membangun komunikasi dengan masyarakat dan pemerintah. Dengan komunikasi yang baik, kehadiran serta kegiatan LDII dapat diketahui dan disinergikan bersama,” ujarnya.
Adek juga menyampaikan dukungannya pada kegiatan pembinaan keagamaan yang telah dilakukan LDII, Ia berharap agar kedepannya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di wilayah Pessel.
“Aktifitas keagamaan yang dilakukan LDII perlu terus dikembangkan di kecamatan lainnya di Pesisir Selatan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya toleransi dalam kehidupan masyarakat yang memiliki beragam latar belakang. Menurutnya, Pesisir Selatan memiliki tradisi adat istiadat yang kuat sebagai salah satu daerah dengan nagari-nagari tua di Minangkabau, namun kondisi tersebut tetap dapat berjalan bersama-sama dengan harmonis.
“LDII dan masyarakat Pessel harus berupaya meningkatkan sinergi dengan berbagai perkumpulan masyarakat guna mendukung visi pembangunan daerah,” tuturnya.
Ketua DPW LDII Sumatera Barat, H. Muchfiandi, mengatakan LDII terus mendorong pengurus di berbagai tingkatan untuk menjalankan kontribusi, karya, dan komunikasi sebagai bagian dari peran organisasi di tengah masyarakat.
“Melalui kontribusi, karya, dan komunikasi, keberadaan organisasi menjadi terlihat kebermanfaatannya untuk orang banyak,” ujarnya.
Menurut Muchfiandi, LDII saat ini telah memiliki kepengurusan di 16 kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Pihaknya masih berupaya memperluas jangkauan organisasi agar ke depan dapat hadir di seluruh 19 kabupaten dan kota di Sumbar.
“Tiga kota kabupaten yang belum memiliki kepengurusan LDII adalah, Kepulauan Mentawai, Kota Pariaman dan Pasaman. Untuk itu kami terus mendorong para pengurus di provinsi, agar kepengurusan LDII dapat berkembang hingga menjangkau kota dan kabupaten se-Sumbar,” katanya.
Muchfiandi mengatakan lokasi sekretariat LDII Pesisir Selatan yang berada di Kecamatan Lunang, bukan di Kota Painan sebagai pusat pemerintahan kabupaten, tidak mengurangi upaya organisasi menjalankan perannya.
“Sekretariat LDII Pesisir Selatan memang berada di Lunang yang letaknya berbatasan dekat dengan Mukomuko. Namun kondisi ini tidak menyurutkan upaya kami menjalankan amar makruf nahi mungkar serta pengabdian kepada masyarakat dan nagari,” jelasnya.
Ketua LDII Kabupaten Pesisir Selatan, Safarudin Nasution, turut menyampaikan perkembangan kegiatan organisasi LDII Pessel dalam pertemuan tersebut. Ia menerima Surat Keterangan Ormas Terdaftar dari Kesbangpol Kabupaten Pesisir Selatan sebagai bagian dari administrasi organisasi.
Pertemuan turut dihadiri Ketua LDII Kabupaten Mukomuko, H. Warsito, M.TPd., Sekretaris LDII Sumbar H. Muhammad Abdillah, S.T., S.H., M.H., serta Biro Antar Lembaga LDII Sumbar H. Indra Rusli.
Melalui kunjungan tersebut, Kesbangpol Pesisir Selatan dan LDII membangun komunikasi untuk mendukung kegiatan organisasi yang berkaitan dengan pembinaan keagamaan, sosial kemasyarakatan, kerukunan, dan kontribusi terhadap pembangunan daerah. (RNY)



