Ponpes Baitul Ulum Al Musawwa Kerja Sama Puskesmas Kramatwatu Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Santri

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

 

Serang (16/7). Setelah sukses mengadakan generasi maju bebas stunting (GMBS) yang dilaksanakan Jumat (11/7) lalu, Ponpes Baitul Ulum Al Musawwa naungan LDII Kramatwatu berkerja sama dengan Puskesmas Kramatwatu kembali mengadakan pengecekan kesehatan. Berlangsung di GSG Pondok Pesantren Baitul Ulum Al Musawwa, pengecekan kesehatan diikuti 170 santri dan siswa usia SD sampai usia SMA juga masyarakat sekitar, Sabtu (12/7).

Pengecekan kesehatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua PC LDII Kramatwatu, Sudrajat. Dalam sambutannya, ia mengajak kepada peserta untuk melakukan pengecekan kesehatan yang dilakukan oleh dokter dengan sebaik-baiknya. ”Sehingga para peserta akan memperoleh kesehatan yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari,” ungkap Sudrajat. 

Masih dalam arahannya, Sudrajat mengingatkan bahwa menjaga kebersihan adalah salah satu perintah Allah SWT bagi seluruh umat muslim, tanpa kecuali. Allah SWT menyukai kebersihan dan meminta seluruh umat-Nya untuk selalu menjaga kebersihan diri. “Demikian pula mengenai kebersihan dan kesucian bagi umat Islam sebagaimana yang Allah SWT sebutkan dalam QS Albaqarah: 222,” jelasnya. 

Sementara itu, dr. Fenny dalam sesi pengecekan kesehatan meyampaikan pemeriksaan kesehatan gratis untuk remaja putri di pesantren memiliki beberapa manfaat. Antara lain, deteksi dini masalah kesehatan. “Pemeriksaan kesehatan dapat mendeteksi masalah kesehatan yang mungkin tidak disadari oleh remaja putri, seperti anemia, gangguan gizi, atau masalah reproduksi,” ujarnya.

Kedua, pencegahan penyakit. Pemeriksaan kesehatan dapat membantu mencegah penyakit dengan memberikan informasi tentang gaya hidup sehat, nutrisi yang tepat, dan cara menghindari penyakit. Ketiga, mengurangi risiko kesehatan reproduksi.

“Pemeriksaan kesehatan dapat membantu mengurangi risiko kesehatan reproduksi seperti kehamilan tidak diinginkan, penyakit menular seksual, atau gangguan reproduksi lainnya. Pemeriksaan kesehatan gratis untuk remaja putri di pesantren dapat menjadi investasi penting untuk masa depan mereka,” tutup dokter Fenny.

 

Oleh: Bung Pream (contributor) / Uyun Kusuma (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram