Gunungkidul — Sehari sebelum perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia, ratusan warga LDII dan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul menggelar aksi bersih-bersih sungai di kawasan Wonosari, Sabtu (16/8/2025). Kegiatan bertajuk “Kerja Bersama Bakti untuk Negeri” itu tak sekadar menyingkirkan sampah, melainkan juga meneguhkan semangat gotong royong menjelang Hari Kemerdekaan.
Sejak pukul tujuh pagi, para peserta sudah berkumpul mengikuti apel pembukaan. Usai pengarahan, mereka menyebar ke tiga titik utama: sekitar kantor PLN, belakang komplek perkantoran Pemda, dan belakang SMK Muhammadiyah Wonosari. Dengan karung, sarung tangan, dan alat sederhana, mereka mengangkut berbagai jenis sampah yang menumpuk di aliran sungai.
“Melihat antusiasme warga, kami merasa bangga. Mereka datang dengan niat tulus untuk membersihkan sungai ini,” ujar Ketua PAC LDII Semin, Satino. Menurutnya, aksi ini menjadi bukti bahwa kepedulian lingkungan bisa diwujudkan melalui langkah nyata, bukan sekadar wacana.
Kolaborasi untuk Lingkungan
Kegiatan yang berlangsung sekitar empat jam itu tak hanya menghasilkan tumpukan sampah yang berhasil diangkut, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kolaborasi lintas elemen berjalan. LDII menggandeng DLH, sementara masyarakat sekitar ikut ambil bagian.
“Ini bukan sekadar kerja bakti, melainkan gerakan bersama. Masyarakat dan pemerintah bisa bahu-membahu menjaga lingkungan,” kata salah seorang peserta.
Energi Menyambut Kemerdekaan
Tepat pukul 11 siang, apel penutupan digelar menandai berakhirnya kegiatan. Meski lelah, wajah peserta tetap sumringah. Mereka pulang dengan rasa puas karena meninggalkan sungai lebih bersih daripada saat datang.
Aksi bersih-bersih ini sekaligus menjadi cara lain mengisi kemerdekaan. Jika di alun-alun perayaan berlangsung dengan upacara, maka di tepian sungai warga mengekspresikan cinta tanah air dengan menjaga bumi tempat mereka berpijak.
Semangat gotong royong yang lahir dari kegiatan sederhana itu menjadi pengingat: membangun negeri tak selalu soal proyek besar, kadang dimulai dari sungai yang kembali jernih dan lingkungan yang lebih sehat.
——————–
Oleh: Ibnu Riyanto (contributor) / Fachrizal Wicaksono (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng