Kapolresta Gelar Pertemuan dengan Tokoh Agama, LDII Siap Perkuat Sinergi untuk Jaga Kamtibmas Manokwari

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

 

Manokwari (31/10). Kapolresta Manokwari Kombes Pol Onky Isgunawan menggelar pertemuan bersama para tokoh agama di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manokwari, Jalan Percetakan Negara, pada Senin (8/9) bertepatan dengan 15 Rabiul Awal 1447 H. Pertemuan tersebut dihadiri Kakandep Agama Kabupaten Manokwari Saul Nauw, Kasi Bimas Islam H. Salem Mandar, serta sejumlah tokoh lintas agama dan ormas, termasuk perwakilan dari LDII Manokwari, Drs. H. Suroto.

Dalam arahannya, Kapolresta Manokwari menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap tokoh-tokoh agama di wilayah Manokwari. Pendataan tersebut, menurutnya, penting sebagai dasar dalam membangun struktur komunikasi dan kerja sama untuk menjaga ketertiban masyarakat.
“Sebagai institusi penanggung jawab kamtibmas, Polresta harus mampu mengelola situasi dengan baik. Data para tokoh agama akan menjadi dasar dalam upaya memelihara ketertiban, terutama ketika terjadi peristiwa yang memerlukan pendekatan berbasis komunitas,” jelas Onky.

Terkait pascainsiden kerusuhan pada (28/8), Kapolresta mengimbau para tokoh agama untuk turut menyampaikan pesan damai kepada jemaah, warga, dan lingkungan sekitar agar bersama-sama menjaga keamanan.
“Stabilitas kamtibmas sangat penting bagi kelancaran aktivitas masyarakat. Jika kondisi tetap kondusif, masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan aman,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan LDII Manokwari, Suroto, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Polresta dalam menjaga situasi yang aman dan damai.
“Warga LDII siap memperkuat sinergitas dengan aparat keamanan. Kamtibmas yang kondusif tidak hanya membuat masyarakat tenang beraktivitas, tetapi juga mendukung umat beribadah dengan khusyuk sesuai keyakinannya masing-masing,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat komunikasi lintas agama dan lembaga dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban, serta keharmonisan sosial di Kabupaten Manokwari.

 

 

 

Oleh: Agus Irawan (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram