Cara LDII Wijaya Pura Cetak Generasi Unggul

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

 

 

Kota Jambi (7/8). Demi mencetak Generasi Penerus (Generus) yang unggul secara akademik, religius, dan berkarakter, PAC LDII Wijaya Pura, Kecamatan Jambi Selatan, melaksanakan program pembinaan terpadu untuk anak-anak usia 8–12 tahun. Program ini mencakup penguatan nilai keagamaan, latihan bela diri, serta pengembangan bakat di bidang olahraga.

Salah satu program unggulan adalah Pengajian Antara Maghrib dan Isya (PAMI) yang rutin dilaksanakan setiap Senin hingga Jumat di Masjid Tawakkal. Kegiatan ini berfokus pada penanaman nilai-nilai Islam, seperti akhlakul karimah, hafalan doa, dan bacaan Al-Quran.

Untuk membentuk mental tangguh dan disiplin, PAC LDII bekerja sama dengan Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD, mengadakan latihan bela diri setiap Sabtu sore. Sementara itu, minat olahraga anak-anak disalurkan melalui kegiatan mini soccer hasil kerja sama dengan Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) yang rutin digelar setiap Minggu pagi atau hari libur.

Penanggung Jawab Program Generus PAC LDII Wijaya Pura, Zul Fadhil Affan, menyampaikan bahwa pembinaan generus perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. “Selain penguatan akademik dan keagamaan, anak-anak juga perlu wadah untuk mengeksplorasi potensi dan membangun karakter. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan mereka,” ujarnya saat meninjau sesi latihan sepak bola pada Sabtu (26/7).

Latihan mini soccer yang dipandu oleh Pelatih Ilman Napian menunjukkan hasil menggembirakan. Ilman menuturkan bahwa para peserta mulai mampu mengelola waktu antara sekolah, mengaji, dan berlatih olahraga. “Meski padat aktivitas, kemampuan mereka terus berkembang. Kami arahkan agar potensi itu tumbuh secara seimbang,” jelasnya.

Program ini merupakan implementasi nyata dari visi LDII dalam menyiapkan generasi profesional religius. Kolaborasi antara kecerdasan intelektual, kekuatan fisik, ketangguhan mental, dan keimanan yang kokoh, menjadi pondasi kuat dalam melahirkan generus bangsa yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

 

 

Oleh: Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram