DPP LDII Dukung Piala Bela Negara, Tanamkan Karakter Lewat Sepak Bola

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Jakarta (25/7). DPP LDII menghadiri Festival Kick Off Piala Bela Negara 2026 di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta Timur, pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 11.000 atlet kelompok usia U-10 dan U-12 dari berbagai daerah di Indonesia.

Bendahara Umum DPP LDII, Richan Nurhasan Mudzakar, mengatakan dukungan LDII terhadap FORSGI menjadi bagian dari pembinaan karakter generasi muda melalui sepak bola. Menurutnya, olahraga dapat menjadi sarana menanamkan nilai-nilai luhur sejak usia dini.

“Program ini sejalan dengan pembinaan karakter yang selama ini dilakukan LDII agar pembentukan karakter dapat dilakukan sejak usia dini,” ujar Richan.

Ia menjelaskan, dari 29 karakter luhur yang menjadi fokus pembinaan LDII, terdapat tiga nilai yang sangat relevan dengan sepak bola, yakni rukun, kompak, dan kerja sama. Nilai tersebut tidak hanya dibutuhkan dalam pertandingan, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.

“Bermainlah dengan fair play, bermain baik, dan bermain indah. Melalui sepak bola, anak-anak diharapkan mampu mengimplementasikan karakter-karakter luhur yang selama ini dibina LDII,” katanya.

Ketua Umum FORSGI, Agus Riyanto, mengatakan festival nasional tersebut menjadi bagian dari pembinaan bibit pesepak bola sejak usia dini. Ia berharap pembinaan berkelanjutan dapat melahirkan pemain yang mampu berkontribusi bagi sepak bola Indonesia.

“Kami berharap dari pembinaan ini lahir pemain-pemain terbaik yang dapat memperkuat PSSI, bahkan membawa Indonesia tampil di Piala Dunia,” ujar Agus.

Festival tersebut dibuka Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Gabriel Lema. Ia menegaskan, Piala Bela Negara menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, pembinaan melalui olahraga tidak hanya berorientasi pada prestasi. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membentuk karakter kebangsaan, seperti cinta tanah air, rela berkorban, memegang teguh nilai Pancasila, serta memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara.

“Anak-anak usia 10 dan 12 tahun inilah yang akan menjadi generasi Indonesia Emas 2045. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk mengawal dan mendampingi mereka agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan siap berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.

Ketua DPW LDII Sumbar H. Muchfiandi, turut memberikan dukungan dan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Sepakbola Forsgi Piala Bela Negara 2026

Sementara itu, ketua DPW LDII Sumatera Barat, H. Muchfiandi, yang turut mendampingi kontingen FORSGI Sumbar, mengatakan keikutsertaan atlet muda Sumbar menjadi bagian dari pembinaan karakter dan prestasi sejak usia dini. Menurutnya, sepak bola dapat menjadi media efektif untuk melatih disiplin, kerja sama, sportivitas, dan semangat bela negara.

“Anak-anak ini bukan hanya datang untuk bertanding, tetapi juga belajar membawa nama baik daerah, menjaga akhlak, disiplin, dan menghormati lawan. Itulah nilai pembinaan yang sejalan dengan 29 karakter luhur LDII,” ujar Muchfiandi.

Ia mengapresiasi dukungan Gubernur Sumatera Barat, Malyeldi Ansharullah, yang telah melepas kontingen FORSGI Sumbar sebelum berangkat ke Jakarta. Kontingen Sumbar mengirim dua tim, yakni U-10 dan U-12, dengan 28 atlet dan enam ofisial, serta didampingi pengurus dan orang tua.

“Kami berharap pengalaman mengikuti festival nasional ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan kelak menjadi pesepak bola yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia,” tambahnya.

Melalui Festival Kick Off Piala Bela Negara 2026, DPP LDII berharap sinergi dengan FORSGI terus memperkuat pembinaan karakter generasi muda. Sepak bola diharapkan tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk generasi yang sportif, berakhlak mulia, dan memiliki semangat bela negara.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram