Gelar Pengajian Hybrid, LDII Manokwari Ajak Warga Tingkatkan Ibadah

Share to :
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

 

Manokwari (7/8). DPD LDII Kabupaten Manokwari menggelar pengajian gabungan secara hybrid yang dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas, Kampung Udapi Hilir, Papua Barat, pada Minggu (27/7). Kegiatan ini diikuti oleh warga LDII dan simpatisan dari berbagai distrik, di antaranya Distrik Manokwari Barat, Prafi, Aimasi, Masni (Kabupaten Manokwari), Manimeri, Bintuni (Kabupaten Teluk Bintuni), dan Ransiki (Kabupaten Manokwari Selatan).

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ustaz Muhammad Ikhwan, dilanjutkan dengan penyampaian materi pengajian oleh Ustaz Edi Susilo. Dalam ceramahnya, Edi mengangkat tema kewaspadaan terhadap tipu daya syaitan yang kerap menyerang tanpa disadari. Ia merujuk pada Hadits Riwayat (HR) Ad-Darimi dan Tirmidzi, serta Quran Surat (QS) Al-An’am ayat 112–113 yang menyebutkan bahwa setiap Nabi pasti memiliki musuh, yakni syaitan dari kalangan jin dan manusia.

“Syaitan membisikkan ucapan-ucapan indah sebagai tipuan. Hati orang yang tidak beriman akan lebih condong dan senang mengikuti bisikan tersebut. Maka kita harus waspada, karena setiap kebenaran pasti ada musuhnya,” terang Edi.

Ia juga mencontohkan fenomena pemikiran-pemikiran sesat yang kini marak berkembang di masyarakat, seperti relativisme kebenaran dan paham ateisme. “Ucapan seperti ‘lebih baik tidak sholat daripada korupsi’ atau ‘lebih baik tidak berjilbab daripada mencuri’, adalah bentuk tipu daya yang melemahkan iman,” ujarnya.

Di akhir sesi, Kuatman, selaku Dewan Penasehat (Wanhat) LDII Papua Barat, menegaskan pentingnya menyimak dan mengamalkan materi pengajian secara serius. Ia mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya memahami isi pengajian, namun juga menyebarluaskan pesan-pesan moral dan dakwah yang diperoleh.

“Materi seperti ini harus didengarkan, dipahami, diamalkan, dan disebarluaskan. Inilah bagian dari dakwah kita untuk menjaga diri, keluarga, dan masyarakat dari pengaruh yang menyesatkan,” pungkasnya.

Dengan pengajian yang dilaksanakan secara hybrid ini, LDII Manokwari berupaya memperluas jangkauan pembinaan spiritual dan membekali warga dengan pemahaman agama yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman.

 

 

Oleh: Agus Irawan (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram