Serang (16/7). Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Banten, Amrullah, didampingi Samsul Hidayat, menerima audiensi pengurus DPW LDII Provinsi Banten, Kamis (10/7) di ruang kerjanya. Rombongan tersebut dipimpin oleh Ketua LDII Provinsi Banten Dimo Tono Sumito.
Hadir pengurus DPW LDII Banten lainnya, Sekretaris Kabid Bagaskara, Ketua Wanhat Ahmad Basyarie, Anggota Wanhat Muhamad Ihsan Suparjo dan Hermantio, Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah Choirul Hadi, dan Biro Pendidikan Umum dan Pelatihan, Fajar Sidik Karimullah.
Kepala Kanwil Kemenag Banten menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kunjungan langsung Ketua LDII Provinsi Banten tersebut. Menurutnya, hal ini merupakan langkah strategis untuk membangun sinergi dakwah bersama Kementerian Agama. “Tentunya sudah menjadi bagian tugas Kementerian Agama untuk mengayomi seluruh ormas Islam tanpa terkecuali,” ujarnya.
Menurutnya, LDII Provinsi Banten merupakan salah satu mitra Kementerian Agama Provinsi Banten dalam membangun umat melalui jalan dakwah dengan berbagai program-program dakwah yang diselenggarakan LDII. Sehingga tercipta kehidupan keagamaan yang harmonis, berkarakter, dan kebhinekaan.
Disampaikan Puji, sapaan akrabnya, Kementerian Agama tengah dan terus menggaungkan moderasi pendidikan. Menurutnya, Indonesia adalah bangsa yang kaya dan diberkahi keragaman, dan ini patut disyukuri. Namun di sisi lain, keberagaman ini akan menjadi ancaman jika tidak dapat merawatnya.
“Moderasi pendidikan adalah nilai yang akan menjadi perekat keberagaman. Moderasi pendidikan hadir sebagai sikap pengetahuan yang mengedepankan dialog dan spirit persaudaraan. Ini juga yang menuntun kita menjadi bangsa yang lebih dominan menjaga ukhuwah daripada mengungkit perbedaan,” katanya.
Moderasi pendidikan lanjutnya, adalah mengamalkan pemahaman pengetahuan yang berimbang sesuai dengan ajaran agama. Tanpa melebih-lebihkan atau mengurangi. “Artinya menggunakan pemahaman agama, yang mengedepankan nilai-nilai kasih sayang, yang dalam bahasa agama disebut rahmah, perdamaian atau salam, dan toleransi dengan tidak mengorbankan ajaran-ajaran dasar agama,” tambahnya.
Puji pun mengajak untuk mensosialisasikan gerakan moderasi beragama. “Seluruh pihak harus bahu membahu menyampaikan dan memperkenalkan moderasi beragama kepada masyarakat,” tegasnya.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten mengungkapkan bahwa keberagaman di Indonesia merupakan keniscayaan dalam hidup dan tidak untuk dipertentangkan dan dicari perbedaannya. Karena keragaman adalah keniscayaan, yang diciptakan bukan untuk dipermasalahkan, tetapi untuk disinergikan sehingga menghasilkan kerukunan dalam kehidupan.
“Walau berbeda-beda, mari kita jaga harmoni kerukunan dan merawat kebhinekaan,” ajak mantan Kepala Bagian Administrasi dan Umum Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Ia juga berharap LDII Provinsi Banten bisa menjadi contoh organisasi kemasyarakatan yang menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama. Hal ini tergambar dari 8 pengabdian LDII dimana pengabdian pertama adalah wawasan kebangsaan menjadi prioritas utama pengabdian LDII dalam ikut serta mempertahankan NKRI dengan 4 pilar utamanya adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. “Ada 4 indikator moderasi beragama yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan adaptif terhadap budaya lokal,” imbuhnya.
Kepala Kanwil Kemenag Banten juga berharap kepada pengurus maupun anggota LDII Provinsi Banten agar bisa bekerja sama dengan Kementerian Agama dalam upaya modernisasi beragama. Terlebih untuk tidak membeda-bedakan aliran, keyakinan serta kepercayaan yang dianut, sebagaimana tercantum dalam UUD 1945.
“Kami berharap mereka (LDII) juga bisa bekerja sama sebagaimana yang kita inginkan dalam upaya menjaga kerukunan antar umat beragama,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua LDII Provinsi Banten, Dimo Tono Sumito, mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten yang telah menerima audiensi dengan penuh kekeluargaan. Maksud dan tujuan audiensi adalah menjalin dan meningkatkan tali silaturahim antara LDII Provinsi Banten dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten.
“Kedatangan kami selaku LDII Provinsi Banten ingin meningkatkan membangun sinergitas dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten dalam rangka menciptakan kondusivitas kehidupan beragama di Provinsi Banten,” lanjutnya.
Disamping itu, atas nama keluarga besar LDII Banten juga mengucapkan selamat atas dilantiknya Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten yang baru sekaligus memperkenalkan kepengurusan pengurus LDII Provinsi Banten. Dimo, sapaan akrabnya, LDII adalah organisasi sosial independen untuk studi dan penelitian tentang Quran dan Hadis.
“Sesuai dengan visi, misi, tugas pokok dan fungsinya, LDII mempunyai tujuan untuk meningkatkan harkat dan martabat kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Serta turut serta dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa guna terwujudnya masyarakat madani yang demokratis dan berkeadilan sosial berdasarkan Pancasila yang diridai Allah SWT,” jelasnya.
Dalam menjalankan tugas, LDII di Provinsi Banten terus berkomitmen terhadap NKRI dengan ikut serta menjadikan program penanaman wawasan kebangsan sebagai program pengabdian utama selain 8 pengabdian LDII yaitu bidang keagamaan, bidang kebangsaan, bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang energi baru dan terbarukan, bidang perekonomian, bidang penggunaan teknologi digital serta bidang pangan. Generasi milenial yang saat ini mengkonsumsi informasi secara terbuka, perlu dipupuk lebih banyak terkait wawasan kebangsaan.
Oleh: Bung Pream (contributor) / Uyun Kusuma (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng