Pasangkayu (16/8). Guna meningkatkan ketakwaan dan mempererat kerukunan umat Islam, PC LDII Baras dan PC LDII Sarudu menggelar pengajian bersama di Masjid Baitul A’la, Desa Kumasari, Minggu (10/8). Kegiatan ini merupakan rutinitas warga LDII di berbagai daerah, khususnya PC Sarudu dan PC Baras, yang diadakan setiap Minggu di awal bulan.
Pengajian diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, Ismanto. Selanjutnya, Ustaz Ari Ramadhan membacakan dan menjelaskan ayat suci Al Quran bertema pentingnya akhlaqul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan bahwa akhlak mulia adalah cerminan keimanan seseorang, dan menjadi kunci keharmonisan di tengah masyarakat. “Allah tidak melarang kita berbuat baik atau melakukan kebaikan kepada sesama manusia yang tidak mengganggu kita dalam beribadah kepada Allah. Bahkan, berbuat baik kepada semua orang adalah perintah yang membawa keberkahan hidup,” jelas Ari.
Ia juga menambahkan bahwa akhlak baik mencakup tutur kata yang santun, sikap saling menghargai, dan kesediaan membantu tanpa pamrih. Dilanjutkan, Ustaz Rudi menyampaikan penjelasan dari hadits Nabi tentang dahsyatnya siksa neraka bagi orang yang tidak bertakwa dan tidak berbuat baik kepada sesama manusia.
Menurutnya, ketakwaan bukan hanya soal ibadah ritual, tetapi juga mencakup perilaku sehari-hari. “Rasulullah mengajarkan bahwa seorang muslim sejati adalah muslim yang berprilaku baik kepada sasama manusia bahkan terhadap hewan sekalipun,” tegas Rudi.
Acara ditutup oleh Abdulrahman, Dewan Penasehat DPD LDII Pasangkayu, yang memberikan nasihat untuk senantiasa teguh dalam ketakwaan kepada Allah di tengah berbagai tantangan zaman. Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan pengajian sebagai pengingat dan penguat iman.
“Ilmu yang kita dapat hari ini jangan hanya berhenti di telinga, tetapi harus kita amalkan dalam kehidupan. Semoga masjid ini selalu hidup dengan kegiatan yang bermanfaat dan menjadi pusat persatuan umat,” pesannya.
Melalui pengajian bersama ini, diharapkan masyarakat dapat menambah wawasan dan pemahaman agama, sekaligus mempererat kerukunan antarwarga.
Oleh: Anca (contributor) / Uyun Kusuma (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng