Kebumen (26/8). Suasana khidmat mewarnai Pondok Pesantren Baitussyakur, Desa Kuwaru, Kecamatan Kuwarasan, pada (10/8). Ratusan warga ibu-ibu LDII dari 8 kecamatan di Kabupaten Kebumen berkumpul dalam pengajian terpadu yang diselenggarakan PC LDII Kuwarasan.
Biasanya pengajian ibu-ibu digelar terpisah di masing-masing PC. Namun kali ini, kegiatan dilaksanakan bersama sebagai wujud penguatan ukhuwah Islamiyah dan mempererat silaturahim antarwarga dari PC LDII Sempor, Rowokele, Karanganyar, Karanggayam, Adimulyo, Gombong, Puring, dan Kuwarasan.
Pengajian diawali dengan pembacaan dan penjelasan Al-Quran Surat (QS) Fusilat ayat 30 oleh Ustaz Abdulloh Humaidi. Dalam kajiannya, ia memaparkan keutamaan orang-orang yang teguh beriman kepada Allah. “Keteguhan dalam iman menjadi bekal penting seorang mukmin agar mampu melewati setiap ujian hidup dengan ringan,” tuturnya.
Materi berikutnya disampaikan Ustaz Cahyo Arfianto yang membawakan kajian hadis tentang bab toharoh (bersuci). Ia menegaskan bahwa air hujan, air sumur, dan air laut adalah suci serta dapat digunakan untuk menyucikan sesuatu yang terkena najis. “Najis itu bersifat nyata, bukan gaib. Jangan mudah menghukumi sesuatu najis jika tidak mengetahui secara jelas,” pesannya.
Selanjutnya, Ustazah Sureswi memberikan nasihat keputrian. Ia mengingatkan pentingnya peran seorang wanita dalam menaati suami, mendidik anak, serta bersabar menghadapi persoalan rumah tangga. “Kesabaran adalah kunci dalam menjaga keharmonisan rumah tangga dan membentuk keluarga yang kokoh,” ujarnya.
Sebagai penutup, Wakil Ketua Dewan Penasihat (Wanhat) DPD LDII Kabupaten Kebumen, Sudiyono, menyampaikan tausiah agar warga senantiasa bersyukur atas nikmat iman dan Islam. “Alhamdulillah kita hidup sebagai Muslim. Mari perbanyak ibadah agar hidup berkah dan kelak diselamatkan dari neraka serta dimasukkan ke surga-Nya,” serunya, sambil mengutip QS. Adz-Dzariyat ayat 56.
Ketua PC LDII Kuwarasan, Margo Waluyo, menegaskan bahwa pengajian rutin ini tidak hanya untuk meningkatkan iman dan takwa, tetapi juga sarana membangun karakter mulia. “Ibu-ibu adalah madrasatul awwal bagi anak-anaknya. Bekal ilmu ini sangat penting untuk membentuk generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki fondasi spiritual yang kuat,” ujarnya.
Margo menambahkan, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah melalui teladan langsung orang tua. Ia berharap kegiatan ini memperkuat peran strategis ibu dalam membentuk generasi yang taat kepada Allah.
Sementara itu, Ketua Ponpes Baitussyakur, Andi Khoirul Huda, menyampaikan bahwa kegiatan ini membekali Muslimah LDII dengan pemahaman agama yang kokoh sekaligus kemampuan beradaptasi di tengah arus digitalisasi. “Melalui kegiatan seperti ini, LDII terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi Muslimah yang tangguh, sholehah, dan berwawasan luas,” harapnya.
Andi juga menekankan peran penting ibu dalam mendidik anak-anaknya. “Cobaan terbesar wanita adalah anak-anaknya. Kita harus sabar, bersyukur, dan memberi teladan baik. Di LDII, kita diajarkan 29 Karakter Luhur yang harus dibumikan dalam keluarga,” tegasnya.
Dengan terselenggaranya pengajian terpadu ini, PC LDII Kuwarasan berharap semakin terjalin sinergi antaranggota, sekaligus meneguhkan peran strategis perempuan dalam membangun keluarga, masyarakat, dan generasi penerus yang berakhlak mulia.
Oleh: M. Fahrudin (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng