Ogan Ilir (5/8). Menutup masa pembelajaran, PAC LDII Tanjung Raja Barat menggelar kegiatan evaluasi dan pembagian rapor bagi peserta didik Generasi Penerus (Generus) Masjid Al-Barokah pada Jumat (25/7). Kegiatan ini diikuti oleh santri dari berbagai jenjang, yakni PAUD, cabe rawit, dan pra remaja.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua PAC LDII Tanjung Raja Barat, Bahtiar Efendi. Ia menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi dan penghargaan atas semangat belajar para santri.
“Untuk anak yang berprestasi diberikan hadiah sesuai dengan tingkatannya. Kami berharap acara ini dapat menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus belajar dan berprestasi, serta menjadi generasi muda Islam yang saleh dan salehah, serta memiliki 29 karakter luhur LDII,” ungkap Bahtiar.
Dalam kegiatan tersebut, Korwil Pembinaan Generus (PPG), Surahman, menekankan pentingnya pendidikan agama sejak usia dini. Ia juga menggarisbawahi penerapan Tri Sukses Generus LDII, yaitu berakhlakul karimah, alim-faqih, dan mandiri.
“Penguatan karakter luhur ini perlu ditanamkan sejak dini, karena masa ini merupakan masa keemasan pertumbuhan dan perkembangan paling penting dalam kehidupan awal anak. Semua itu harus melibatkan peran penting orang tua, karena kalau tidak ada dukungan dari orang tua, semua itu tidak akan terwujud,” tegas Surahman.
Senada dengan hal tersebut, Penasihat LDII Tanjung Raja Barat, Trigono, menyampaikan pentingnya kolaborasi antarunsur dalam membentuk karakter anak.
“Antara unsur pembina, dewan guru (tenaga pendidik), dan orang tua harus saling mendukung,” ujarnya.
LDII, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan kualitas generus melalui penguatan 29 karakter luhur yang diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar rutin setiap hari.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Penasihat Edi Hartono, Pembina Masjid Miftahul Huda, Trigono, serta Korwil PPG Surahman dan Ketua PAC LDII Tanjung Raja Barat, Bahtiar Efendi. Acara berlangsung dalam suasana hangat dan ditutup dengan makan bersama sebagai bentuk syukur dan kebersamaan.
Oleh: Suwandi (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng