Munas X MUI, Ketua Umum LDII Dukung Islam Washatiyah

Share to :
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Diundang Munas X MUI, Ketua Umum LDII Dukung Islam Washatiyah
Jakarta (26/11). Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengundang DPP LDII menghadiri Munas X MUI yang dilaksanakan di Hotel Sultan, Jakarta, pada 25-27 November 2020. Presiden Joko widodo (Jokowi) meresmikan munas yang dihadiri lebih dari 200 orang. Selain diadakan secara daring, Munas MUI dihelat juga secara luring untuk mematuhi protokol kesehatan.

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso yang menghadiri acara tersebut melalui telekonferensi atau daring mengatakan, LDII berharap Munas X MUI berjalan dengan baik, sukses, dan penuh berkah, “Dan bisa menjadi percontohan bagi umat. Bagaimanapun MUI sebagai Imamah Institusionaliyah, tentu menjadi panutan ormas-ormas Islam lain meskipun secara hierarki, ormas-ormas Islam memiliki otonomi,” ujar Chriswanto Santoso.

Seluruh ormas Islam termasuk LDII, menurut Chriswanto, melihat konsolidasi para ulama dalam Munas tersebut mencerminkan suasana yang penuh kedamaian, sehingga kontribusi kepada bangsa dan negara menjadi jelas, dan menjadi tuntunan ormas Islam lainnya. Chriswanto sangat mendukung pernyataan Ketua MUI 2015-2020 KH Ma’ruf Amin yang juga Wakil Presiden, bahwa MUI tetap mengambil kebijakan Islam Washatiyah atau Islam moderat.

“Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk agama Islam, tapi tak menjadikan Islam sebagai hal yang dominan. Sebagai penghormatan terhadap keberagaman, umat beragama lain harus merasa terayomi hidup di Indonesia. Di sinilah pentingnya Islam Washatiyah,” ujar Chriswanto Santoso, di sela-sela Munas MUI, Kamis (26/11).

Ia menegaskan, konsep Islam Washatoniyah harus terus dikedepankan, sehingga umat agama lain merasa terayomi, “Namun terkait akidah dan ubudiyah harus tetap dijaga. Jangan sampai umat Islam lemah dalam urusan dua hal itu. Dengan demikian, meskipun Islam merupakan agama mayoritas, namu tetap menjamin hidupnya keberagaman di negeri ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, pada saat peresmian Munas X MUI, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah terus mendukung penuh ikhtiar MUI dalam mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin di dalam masyarakat yang majemuk. Menurut Presiden, corak ke-Islaman di Indonesia identik dengan pendekatan dakwah kultural yang persuasif dan damai, tidak menebarkan kebencian, serta jauh dari karakter ekstrim dan merasa benar sendiri.

Menurut Jokowi, ini menunjukan semangat dakwah keislaman yang merangkul semua umat. “Karena hakikat berdakwah adalah mengajak umat ke jalan kebaikan sesuai akhlak mulia Rasullullah SAW,” kata Jokowi saat meresmikan pembukaan Musyawarah Nasional X MUI 2020 di Jakarta, Rabu (25/11).

Menurut Jokowi, ikhtiar MUI untuk mewujudkan Islam yang menjadi rahmat bagi alam semesta ini juga didukung seluruh elemen bangsa yang sadar untuk hidup berdampingan demi kemajuan bangsa.

Presiden lantas mengapresiasi peran MUI dalam menjembatani komunikasi antara ulama dengan pemerintah. Menurut Jokowi, MUI juga berkontribusi dalam mencerdaskan serta memberdayakan ekonomi umat. Sehingga tercipta suasana yang harmonis baik di internal umat Islam maupun kerukunan antarumat beragama di Tanah Air. “Dalam perjalanannya, MUI telah menjadi tenda besar umat Islam. Sebagai pelayan umat dengan komitmen dan peran yang telah teruji dalam membimbing, membina, dan mengayomi umat Islam di manapun berada,” ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden juga mengapresiasi peran MUI yang turut melakukan langkah responsif dalam mencegah penularan Covid-19 dengan menyusun sejumlah fatwa dan panduan beribadah. Sehingga memberikan kemudahan dan keamanan bagi umat Islam untuk beribadah pada masa pandemi. Ia juga mengatakan MUI selama ini juga konsisten menyuarakan pentingnya mematuhi protokol kesehatan di setiap kegiatan, serta mengutamakan keselamatan jiwa.

“Keterlibatan aktif MUI untuk mengajak umat disiplin menjalankan protokol kesehatan akan menjadi teladan yang baik dan dengan keteladanan para ulama, para habaib, dan tokoh agama, tokoh masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan, insya Allah tugas berat pemerintah akan menjadi semakin ringan,” ujar Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi pun meminta MUI turut membantu mengawal program vaksinasi dalam masyarakat. Vaksinasi ini merupakan jalan keluar untuk mengatasi pandemi sehingga kesehatan masyarakat cepat pulih dan ekonomi dapat kembali bangkit.

Munas X MUI berlangsung di Hotel Sultan Jakarta, 25-27 November 2020. Munas digelar secara luring dan daring. Peserta luring adalah pengurus MUI Pusat dan perwakilan daerah, sementara peserta daring adalah para pengurus daerah. Munas X MUI mengangkat tema “Meluruskan Arah Bangsa dengan Wasathiyatul Islam, Pancasila, dan UUD NRI 1945, secara Murni, dan Konsekuen.” Munas X MUI akan membahas sejumlah agenda penting antara lain fatwa, rekomendasi, dan pergantian kepengurusan dan puncak pimpinan.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram