Kerinci (7/8). Padepokan Perguruan Silat Nasional (Persinas) ASAD Kabupaten Kerinci menjadi pusat perhatian dalam gelaran Festival Pasanggiri Putra se-Kecamatan Kayu Aro. Sebanyak 80-an pesilat muda dari lima kontingen tampil penuh semangat dalam ajang yang digelar pada Minggu (27/7), menampilkan hasil latihan mereka bersama Persinas ASAD.
Acara ini turut dihadiri para tokoh penting, di antaranya Ketua Pengurus Kabupaten Persinas ASAD Kerinci, Bonasip Sutrisno, Penasihat LDII Kayu Aro, Ustaz Ratmojo Fadhillah, Koordinator Kecamatan, Sudarwanto, serta para pembina dan pelatih dari masing-masing kontingen.
Dalam sambutan pembukaannya, Sudarwanto menyampaikan bahwa Pasanggiri merupakan bagian dari program kerja rutin pengurus kecamatan untuk kaderisasi Generasi Penerus (Generus) LDII. “Kegiatan ini dilaksanakan dua tahun sekali secara bergiliran antara putra dan putri. Tahun ini merupakan giliran bagi kategori putra,” jelasnya.
Ketua Pengurus Kabupaten Persinas ASAD Kerinci, Bonasip Sutrisno, menegaskan bahwa setiap anggota Persinas ASAD wajib memiliki keterampilan seni bela diri sebagai bentuk ketaatan terhadap arahan Guru Besar. “Mempelajari dan memiliki ilmu seni bela diri Persinas ASAD adalah keharusan, sebagaimana amanat KH Shulton Aulia,” tegasnya.
Sementara itu, Ustaz Ratmojo Fadhillah, menyampaikan motivasi kepada seluruh peserta. Ia menekankan bahwa Pasanggiri merupakan indikator keberlangsungan latihan di setiap padepokan. “Keterampilan dalam pencak silat ASAD dapat membantu kelancaran dalam beribadah dan meningkatkan kedisiplinan generus,” tuturnya.
Acara resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Bonasip Sutrisno, sebagai simbol dimulainya pertandingan dan apresiasi kepada seluruh penasihat serta pelatih yang konsisten dalam membina generasi muda melalui jalur seni bela diri.
Festival Pasanggiri ini bukan sekadar ajang unjuk kemampuan fisik, namun menjadi wadah pembentukan karakter, disiplin, dan kebersamaan antarpesilat. Semangat juang dan sportivitas yang ditunjukkan para peserta menjadi wujud nyata komitmen Persinas ASAD dalam melestarikan seni bela diri warisan bangsa, sekaligus membina generasi yang tangguh, religius, dan berakhlak mulia.
Oleh: Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng