Padang (2/7). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Padang menggelar Safari Tabligh Akbar di sejumlah Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Kota Padang. Kegiatan yang menghadirkan ulama Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Jakarta, H. Muhammad Jarir dan Akri Muhammad Isnan, itu diikuti warga LDII sebagai upaya meningkatkan keimanan sekaligus memperkuat kerukunan di tengah masyarakat.
Dewan Penasihat DPD LDII Kota Padang, H. Dandi Djoefri, mengapresiasi antusiasme warga yang mengikuti rangkaian safari. Hal itu ia sampaikan saat sesi tausiyah di Masjid Baitul Munir, Padang, pada Selasa (29/7/2026).
“Alhamdulillah antusiasme warga sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa orang yang beriman senang mendengarkan nasihat agama sebagai bekal untuk memperbaiki diri,” ujarnya.
Ia mengatakan, kesempatan menghadirkan ulama dari luar daerah tidak selalu dapat dilakukan setiap saat sehingga perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
“Semoga Safari Tabligh Akbar LDII Padang ini dapat menjangkau lebih banyak warga dan masyarakat sehingga kualitas keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT terus meningkat,” katanya.

Dalam tausiyahnya, Akri Muhammad Isnan mengingatkan bahwa berbagai persoalan bangsa, seperti meningkatnya kesenjangan sosial dan maraknya pemberitaan mengenai korupsi, seharusnya menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin meningkatkan ketakwaan dan rasa syukur kepada Allah SWT.
“Sifat dasar manusia adalah selalu merasa kurang. Karena itu Rasulullah mengingatkan, seandainya manusia diberi satu lembah emas, ia akan menginginkan lembah yang kedua, bahkan mencari lembah yang ketiga. Obatnya adalah memperbanyak syukur dan mendekatkan diri kepada Allah,” jelasnya mengutip hadis riwayat Bukhari.
Akri juga menyoroti kegaduhan dan kesenjangan yang terjadi belakangan ini yang berpotensi merusak kerukunan antarmasyarakat.
“Kita tidak mengabaikan pemberitaan yang ada, namun kita sebagai bangsa harus dewasa menyikapinya. Jangan mau diadu domba dan dibuat selalu bersikap pesimis,” jelasnya.
Ia menambahkan, kerukunan dapat dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga dan tetangga. Ia mengajak warga LDII untuk membiasakan saling membantu, berbagi rezeki, serta aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
“Ada ungkapan pagar mangkok lebih kuat daripada pagar tembok. Maknanya, hubungan baik dengan tetangga dibangun melalui kepedulian. Ketika kita memasak makanan, ingatlah tetangga. Mari selalu perhatikan orang di sekitar kita yang mungkin masih perlu dibantu,” tuturnya.
Ia juga mengajak warga LDII terus menunjukkan keteladanan di tengah masyarakat melalui akhlak yang baik dan sikap terbuka.
“LDII hari ini sudah berparadigma baru yang inklusif. Mari kita tunjukkan dengan keteladanan, saling menghormati, saling menolong, hidup rukun, dan bersama-sama menjaga persatuan bangsa. Luka masa lalu hanya bisa diobati dengan keteladanan, bukan dengan perdebatan,” ujarnya.
Akri menegaskan, warga LDII harus menjadi pribadi yang taat hukum dan amanah dalam setiap peran yang dijalankan.
“Jika menjadi guru, jadilah guru yang baik. Jika menjadi mahasiswa, jadilah mahasiswa teladan. Jika menjadi karyawan, bekerjalah dengan ikhlas. Jika berdagang, jadilah penjual yang amanah. Dan jika menjadi kepala keluarga, tunaikan hak dan kewajiban dengan sebaik-baiknya. Itulah wujud pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” pungkasnya. (Rohmat/Nisa)



